Minggu, 15 Maret 2009

UJI PRAKTIK IPA SMK 09


LEMBAR KERJA UJIAN SEKOLAH PRAKTIK
SMK JAYAWISATA SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2008/2009


MATA DIKLAT : ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM KEAHLIAN : Semua Program (APH , UJP)
HARI/TANGGAL : Jumat-Sabtu, 3-4 April 2009
WAKTU : 07.30 - 12.00


Standar Kompetensi: Memahami Polusi dan Dampaknya Terhadap Manusia dan Lingkungan
Kode Kompetensi : B.4
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan cara-cara menangani limbah

Tujuan :
Setelah melaksanakan ujian praktik ini diharapkan siswa mampu mendaurulang kertas menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai tambah, dengan baik.

A. BAHAN ( per kelas):
1. Kertas bekas = 3 - 5 kg
2. Pati singkong/ kanji = 1 kg
3. Pengawet Bahan Makanan ( Natrium bensoat) = 1 pack/ botol
4. Zat warna (kuning/hijau/merah) = masing-masing 1 botol
5. Air = secukupnya
6. Minyak goreng atau oli = ½ liter

B. ALAT (per kelompok):
1. Baskom/ember = 3 buah
2. Timbangan = 1 buah
3. Pengaduk dari kayu = 1 buah
4. Catakan/ pola benda bentuk tertentu = minimum 1 buah
5. Blender = 1 buah
6. Gunting kertas = 1 buah
7. Gayung air atau gelas ukur = 1 buah
8. Panci aluminium = 1 buah
9. Kompor = 1 buah
10. Kain saring/ kain kasa = 1 lembar ½ m2

C. Cara Membuat:
1. Bubur kertas:
a. Timbang kertas bekas 1-2 kg kemudian potong kecil-kecil
b. siapkan ember yang berisi air, masukkan potongan kertas bekas dan rendam selama 30-60 menit
c. Ambil sedikit demi sedikit rendaman kertas bekas, kemudian tambahkan air secukupnya. Perbandingan air : kertas adalah 2-3 : 1
d. Nyalakan power blender sampai membentuk bubur kertas. Blender jangan sampai diisi kertas terlalu banyak agar tidak macet/merusak blender.
e. Bentangkan kain saring di dalam ember kosong.
f. Tuangkan bubur kertas dari blender di atas kain saring, setelah cukup banyak, kain saring di angkat seperti menyaring sari kedele, peras sampai airnya tuntas.
g. Bubur kertas yang masih basah di sisihkan dalam ember yang lain.
2. Lem kanji:
a. Siapkan panci, isi dengan air mentah dingin sebanyak 3 kali volume kanji
b. Masukkan tepung kanji dan aduk hingga merata.
c. Tambahkan haban pengawet makanan secukupnya ( 1 sendok teh / kg kanji)
d. Nyalakan kompor, masak tepung kanji sampai matang. jangan lupa harus selalu di aduk agar tidak gosong.
e. Setelah matang (mengental) angkat dan dinginkan.
3. Membentuk benda berdasarkan pola
a. Siapkan pola benda yang akan dibentuk.
b. Olesi bagian yang akan diisi dengan minyak/olie agar mudah melepasnnya nanti.
c. Campurkan bubur kertas basah dengan lem pati/kanji dan zat pewarna hingga merata. Jika pewarnanya berbentuk serbuk, sebelumnya harus dilarutkan dengan air agar mudah merata. Makin banyak lem, makin keras dan kuat benda yang dihasilkan.
d. Masukkan sedikit demi sedikit ke dalam ruang cetakan sampai penuh, sambil di tekan sekuat-kuatnya.
e. Jika bisa keluarkan dari cetakan dan keringkan, atau keringkan bersama cetakannya di panas matahari.
f. Setelah agak kering bisa dikeluarkan dari cetakan. Kemudian dilanjutkan pengeringannya.

Contoh Hasil Karya
D. Aspek Penilaian:
1) Kinerja individu
2) Kerja Sama
3) Penampilan hasil (bentuk, estetika)
4) Kualitas hasil (kekuatan, manfaat/ fungsi)
F. Rencana Anggaran
 Biaya yang dibutuhkan : Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah), dua kelas.
 Sumber biaya : siswa melalui sekolah.

Surakarta, 10 Maret 2009
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru IPA



Suprapti, S.Pd Ir. Purwo Sutanto

Kamis, 12 Maret 2009

SMK JAYAWISATA SURAKARTA



TOURISM VOCATIONAL HIGH SCHOOL
IN SURAKARTA


Apa itu JAYAWISATA?
Jayawisata adalah sebuah sekolahan swasta yang sejajar dengan SLTA.Sekolahan ini merupakan sekolahan Pariwisata tertua di Jawa Tengah.Sekolahan ini dibangun pada tahun 1985 dan sekarang terletak di Jl. Sekar Jagad Pajang, Laweyan, Surakarta-57146.
Sekolahan ini sering disebut SMK (SMIP) JAYAWISATA SURAKARTA.

Apa Program Keahliannya?
SMK (SMIP) JAYAWISATA memiliki dua program keahlian,yaitu:
1. Akomodasi Perhotelan(AP)
2. Usaha Jasa Pariwisata (UJP)

Bagaimana Sistem Pembelajarannya?
Sistem pembelajaran di SMK JAYAWISATA adalah
1. pembelajaran praktik sebesar 70% yang mencakup semua mata diklat,baik praktik di sekolah maupun di industri.
2. Pembelajaran teori dilaksanakan di sekolah yang selalu mengacu pada kurikulum yang ada.

Apa saja Bea Siswa yang diberikan?
Jenis Bea Siswa yang diberikan oleh sekolah adalah
1. Bea Siswa Bakat dan Prestasi
2. Bea Siswa JPS
3. Bea Siswa Belajar Mandiri
4. Bea Siswa Prestasi dan Orang Tua tidak Mampu

Bagaimana Pengembangan Kurikulumnya?
Pengembangan kurikulum sekolah selalu melihat kebutuhan di dunia kerja
1. Bahasa Perancis/Bahasa Mandarin
2. FB Service/Tata Hidang
3. Food Produc/Kichen (dapur hotel)
4. Jasa Boga
5. English days(3 hari pertama setiap minggunya)

Penyaluran Tamatan
1. bekerja sama dengan Depnaker
2. mengadakan praktik kerja sama/MOU dengan industri
3. bekerja sama dengan tamatan yang sudah berhasil
Fasilitas
1. ruang belajar tenang dan memadai
2. laboraturium computer lengkap
3. sarana praktik perhotelan lengkap
4. sarana praktik usaha jasa pariwisata lengkap

SMK (SMIP) JAYAWISATA SURAKARTA
TERAKREDITASI B


SMK (SMIP) Jayawisata Surakarta adalah sekolah menengah pariwisata yang tertua di Jawa Tengah. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1985. Dalam kiprahnya di dunia pendidikan yang sampai sekarang genap 21 tahun, usia yang cukup matang dalam usahanya menciptakan tamatan yang berani berkompetisi dan memiliki kompetensi dalam bidang Perhotelan, dan Usaha Jasa Pariwisata. Banyak tamatan SMK “Jayawisata” yang sudah terserap ke dunia kerja baik di Perhotelan, Kapal Pesiar, Restaurant Internasional, Biro Perjalanan, Pemandu Wisata (Guide), dan Industri lainnya.

Program Keahlian SMK Jayawisata :
AKOMODASI PERHOTELAN (AP)

Menyiapkan tamatan dibidang :
- Perhotelan
- Kapal Pesiar
- Restaurant Internasional
- Jasa Boga
- Bar
USAHA JASA PARIWISATA (UJP)
Menyiapkan tamatan dibidang :
- Pemandu Wisata (Guide)
- Jasa Perjalanan (Pramugari/Pramugraha)
- Kapal Pesiar
- Biro Perjalanan Wisata
- Obyek Wisata
PRAKTIK DILUAR SEKOLAH (DUDI)
Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)
* Di Semester III
* Di Semester IV

Penyaluran Tamatan :
- Bekerja sama dengan Depnaker
- Mengadakan praktik kerja sama / dengan Industri
- Bekerja sama dengan tamatan yang sudah berhasil

Fasilitas :
- Ruang belajar yang tenang dan memadai
- Laboraturium Komputer lengkap
- Sarana praktik Perhotelan lengkap
- Sarana praktik Usaha Jasa Pariwisata lengkap

Alamat :
Jl. Sekar Jagad Pajang, Laweyan
Surakarta – 57146 Telp. (0271) 7082265 Fax. 0271 720017

Kamis, 05 Maret 2009

Materi Praktik IPA SMK

Bingung Mencari Materi Ujian Praktik IPA SMK ??
By Purwo Sutanto

Model Gunung dibuat dari bubur kertas bekas, salah satu benda hasil daur ulang kertas bekas

Beberapa hari terakhir mendekati momen ujian akhir sekolah, barangkali menjadi hari yang agak membingungkan bagi rekan guru pengajar IPA SMK (pariwisata), terutama mereka yang diberi tugas melaksanakan uji praktik IPA. Ada beberapa SMS dan juga email yang sampai ke alamat saya, yang menanyakan beberapa hal yang berkait dengan materi uji praktik IPA SMK. Saya jadi bengong juga, memangnya siapa saya koq rekan-rekan ini bertanya pada saya tentang hal tersebut?
Dari jalur info itu ada yang menanyakan materi apa yang pas untuk uji praktik IPA, ada juga yang meminta tanggapan, bagaimana kalau materi uji praktik IPA SMK tahun 2009 dibuat sama dengan materi tahun sebelumnya.
Pada tahun sebelumnya kebanyakan sekolah masih menggunakan standar isi kurikulum 2004 (KBK), ada juga yang masih kurikulum 1999. Maka jika ada yang mengadakan uji praktik IPA SMK dengan materi pengukuran pH larutan tertentu atau yang lebih aplikatif, seperti pembuatan deterjen/sabun/ sampoo, jelas relevan secara hukum (berdasar kurikulum). Sehingga bisa sinkron antara kompetensi dasar yang digunakan acuan membuat kisi-kisi uji praktik dengan soal uji praktiknya.
Nah, ketika sekarang materi IPA SMK kelas XII sudah total menggunakan standar isi 2006/ KTSP yang materinya sangat berbeda dengan standar isi 2004/1999, tentunya materi membuat sabun deterjen/sampoo atau mengukur nilai pH larutan, secara kurikulum tidak cocok. Kan SK-KD yang bisa dikaitkan dengan pembuatan sabun/deterjen/sampoo, dan pengukuran pH tidak lagi ada to. Meskipun relevansinya dengan program keahlian (perhotelan) dekat, tetapi apakah juga dekat dengan program keahlian bismen/ seni/ teknik?
Jika kita cermati isi silabus IPA SMK ada SK-KD yang dapat kita jadikan acuan untuk menyusun perangkat uji praktik IPA SMK, yaitu Kompetensi Dasar B 4.1 Mendeskripsikan cara-cara menangani limbah, dengan kegiatan pembelajarannya
1. Praktik membuat kompos dari limbah alami.
2. Praktik membuat kertas daur ulang.
Kebetulan materi ini adalah materi ajar kelas XI semester genap. Semestinya sudah pernah diajarkan atau dipelajari dan dipraktikkan oleh siswa kelas XII, sekitar setahun yang telah lewat. Di antara kedua bentuk praktik di atas, yang paling memungkinkan untuk diangkat sebagai materi uji praktik adalah materi praktik membuat kertas daur ulang, sebab selain mudah dan bisa diterapkan di semua jenis program keahlian, waktunya pelaksanaannya memungkinkan.
Kita tidak perlu kaku harus membuat lembaran kertas dari daur ulang, atau memanfaatkan kertas daur ulang untuk jadi apa tetapi menurut saya, fokusnya adalah bagaimana menjadikan kertas bekas menjadi bahan dasar untuk di buat produk apa saja. Syukur-syukur bisa lintas kompetensi Misalnya kertas bekas dijadikan kerajinan atau produk yang bisa memiliki nilai seni, nilai jual, dan nilai edukasi, bahkan yang tidak kalah penting adalah nilai ekologi.
Gambar yang saya cantumkan ini adalah salah satu contoh (menurut saya) media pembelajaran yang saya buat dari kertas bekas. Mungkin di tangan siswa/guru yang memiliki kompetensi seni kriya, benda ini bisa lebih artistik, sebagai proyek hasil uji kompetensi keahlian, dan bagi siswa/guru yang memiliki kompetensi bisnis bisa menjadi barang dagangan untuk uji praktik kewirausahaan juga kan.
Makanya gak usah bingung, silahkan dikemas secara formal, bagaimana salah satu materi pembelajaran praktik IPA SMK itu menjadi materi uji praktik IPA SMK sejak tahun 2009 ini.

Rabu, 25 Februari 2009

Gaya Eksogen dan Gaya Endogen

Gaya Eksogen dan Gaya Endogen
By Purwo Sutanto



Gaya eksogen adalah gaya yang bekerja pada kulit bumi yang berasal dari luar sebagai akibat adanya aktivitas atmosfera, hidrosfera, dan biosfera. Gaya ini mengakibatkan perusakan atau perombakan muka bumi melalui proses pelapukan, erosi, tanah longsor dan sebagainya. Pada kenyataanya gaya eksogen tidak hanya merusak, tetapi juga membangun, seperti terbentuknya bukit pasir di daerah gurun dan tepian pesisir. Deflasi dan korasi serta sistem pemilahan endapan yang diakibatkan angina menjadikan daerah gurun memiliki bukit-bukit pasir dan batuan dengan bentuk yang menakjubkan.
Proses eksogen yang paling utama diperankan oleh air, dan ulah manusia. Lembah sungai yang dalam, delta dan kipas aluvial merupakan contoh hasil kerja air. Kekuatan air hujan mengikis puncak pegunungan menjadi peneplain (puncak yang rata).
Ada tiga jenis aktivitas manusia yang berdampak geologis, yaitu kegiatan pertanian, penggalian sumber daya alam, dan konstruksi. Pembajakan tanah dan penggunaan pupuk kimia berdampak pada percepatan proses denudasi (percepatan pelapukan dan erosi). Pertambangan batubara seperti di Sawah Lunto, sampai menerobos perut bumi. Pada penambangan minyak, manusia mengebor sumur hingga kedalaman 6 km. Sedangkan untuk bahan tambang permukaan dilakukan dengan membuka bentang bumi di areal yang sangat luas, sehingga dampaknya tidak hanya segi geologis, tetapi juga ekologis.
Contoh tambang skala besar misalnya tambang batubara Bukit Asam, Sumatera Selatan; tambang tembaga, emas dan perak di Tembagapura Irian Jaya; dan tambang emas di Batu Hijau, Sumbawa.
Pertambangan di Tembagapura, data tahun 2000 produksinya 200.000 ton bijih/hari dengan tailing 194 ton/hari. Tailing (batuan halus sisa pertambangan) dialirkan sejauh 100 km melalui sungai Aghawagon-Otomona-Ajkwa ke Pantai Selatan Irian Jaya, masuk ke Laut Arafuru. Akibatnya sungai-sungai menjadi keruh dan terjadi proses sedimentasi yang luar biasa di sepanjang daerah aliran, terutama di Muara. Dampak lain dari pertambangan ini adalah menipisnya lapisan es di Puncak Jaya Wijaya. Puncak ini merupakan salah satu dari dua puncak gunung daerah tropis yang memiliki salju (selain Kilimanjaro, Afrika Selatan).
Gaya endogen berasal dari dalam bumi, berlangsung lambat tetapi kekuatannya sangat dasyat. Gaya ini bisa menyebabkan rangkaian pegunungan tua yang dulu pernah ada, kini menjadi tidak ada lagi, atau sebaliknya, suatu daerah yang dulu berupa lautan, sekarang berubah menjadi gunung yang sangat tinggi. Meletusnya gunung berapi (vulkanisme) dan gempabumi (tektonisme) merupakan contoh dagi kegiatan endogen.
Gunung krakatau di tengah Selat Sunda meletus pada 23 Agustus 1883, suaranya terdengar sampai radius 3.000 km. Batuannya terlempar sampai 55 km, debunya tersebar sampai di Lautan Pasifik dan Eropa. Selama tiga tahun debunya menurupi Eropa sehingga menimbulkan hawa dingin.
Peristiwa lama adalah meletusnya gunung Vesuvius di Teluk Napoli, Italia pada 24 Agustus 79 Masehi. Letusan gunung itu menghancurkan kota Pompeii, Kerkulaneuem dan kota-kota Romawi lainnya. Gunung yang semula tidak aktif selama 800 tahun, begitu bangkit membunung 16.000 penduduknya. Gunung Mauna Loa di Hawai merupakan gunung berapi yang paling aktif di dunia, meletus tiap 3 tahu sekali.
Gempabumi terkuat di abad 20 terjadi di Lebu Chili pada tanggal 22 Mei 1960. gempa berkekuatan 9,5 skala Kanomari, mengakibatkan bentangan sepanjang 300 km tenggelam 2 meter ke dalam lautan Pasifik. Selama 2 minggu gelombang kejutnya terasa di seluruh Bumi.
Aktivitas gaya endogen lainnya yang berjalan lambat tetapi pasti, di antaranya proses pelipatan serta gerak-gerak orogenesa dan epirogenesa, yaitu pembentukan rangkaian pegunungan. Proses pelipatan batuan lebih lanjut akan menyebabkan batuan menjadi retak dan patah, sehingga terjadi sesar yang menimbulkan gempa bumi tektonik.
Alfred Wegener (1880-1930) pada tahun 1915 menyatakan konon pada 250 juta tahun yang lampau semua benua dan pulau-pulau yang ada saat ini asalnya satu daratan yang dinamakan Pangaea, dan hanya ada satu lautan yang dinamakan Panthalasa.
Sekitar 150 juta tahun lalu Pangaea mulai retak dan terus berlangsung sampai sekarang. Lautan Pasifik merupakan sisa Panthalasa dan akan terus menyempit karena Benua Amerika bergerak ke arah barat memepetkan tepi barat samudra tersebut ke pingiran benua Asia dan Australia. Bersamaan dengan itu Lautan Atlantik terus bertambah luas. Akibat adanya gaya dorongan yang bersumber dari tengah-tengah Samudra Hindia, Pantai Selatan Pulau Jawa mengalami pergerakan ke arah utara dengan laju 5-10 cm setiap tahun, demikian juga dengan pulau-pulau lainnya yang berada di Indonesia.
Atas dasar adanya gerakan tersebut, maka diramalkan kelak 50 juta tahun yang akan datang negara Indonesia akan terus didesak oleh benua Australia ke arah utara, dan selanjutnya akan musnah ditelan masuk ke bawah daratan Benua Asia.

Entri Populer

Advert

My Bisnis Slideshow: Purwo’s trip to Solo, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Solo slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.
BISNIS AFFILIASI YUK