Senin, 14 Agustus 2017

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Maaf kawan.... ini materi IPA SMK KTSP, tetapi bisa diedit utk digunakan sbg materi IPA SMK BISMEN C1. Materi ini dulu sy pakai utk IPA SMK PARIWISATA, KTSP...



BAB I
PENGERTIAN DAN SIFAT  MATERI

Fokus pembelajaran kita saat ini adalah  mengidentifikasi obyek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh gejala alam abiotik. Tergolong pada gejala abiotik antara lain sifat materi yang didasarkan pada perubahan lewat peristiwa fisika dan kimia. Peristiwa fisika ditandai dengan perubahan materi yang berkaitan dengan suhu, wujud, indeks bias, titik lebur, daya hantar, warna, rasa, bau, hambatan, gerak, dan energi. Sebaliknya peristiwa kimia berkaitan dengan perubahan kimia, misalnya terbakar, berkarat, bereaksi membentuk garam, asam, basa dan sebagainya. Bila dikaji secara mendalam perubahan sifat fisika di atas mencakup perubahan sifat yang bergantung pada jumlah atau kuantitas atau seringkali disebut sifat ekstensif. Misalnya massa, volume, kandungan energi dan sebagainya, sedangkan sifat yang berkaitan dengan warna, rasa, bau, wujud, tidak bersifat kuantitatif disebut sifat intensif.

A.    Pengertian Materi
Pada dasarnya segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang dapat digolongkan sebagai materi. Sebagai contoh, batu dan air tergolong suatu materi, karena keduanya memiliki massa dan volume.  Materi adalah material fisik yang menyusun alam, yang bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Materi dapat berbentuk gas, cair, dan padat. Contoh: udara, kapur, meja.  Kimia mempelajari komposisi, struktur dan sifat dari materi, serta perubahan kimia yang terjadi dari materi satu ke yang lainnya. Contoh: kayu terbakar menjadi arang.

1.      Penyusun materi
Materi dapat tersusun dari substansi murni atau tunggal  yang  terdiri  dari  satu  unsur  atau  beberapa  unsur  yang membentuk suatu senyawa. Materi juga dapat tersusun dari senyawa campuran, yang tercampur secara homogen atau heterogen.

Substansi murni  adalah  materi yang mempunyai sifat dan komposisi tertentu. Unsur adalah substansi murni  yang  tidak  dapat  dipisahkan  menjadi  sesuatu yang lebih sederhana, baik secara fisika maupun kimia, mengandung satu jenis atom. Unsur di alam cukup melimpah, berdasarkan jenisnya maka unsur dapat kita kelompokkan menjadi dua jenis yaitu unsur logam dan unsur bukan logam. Unsur logam mudah dikenali dengan ciri ciri; permukaannya mengkilat, berbentuk padat, kecuali air raksa (Hg) yang berbentuk cair. Unsur logam mudah ditempa dapat menjadi plat atau kawat dan memiliki kemampuan menghantar arus listrik atau konduktor.Unsur logam banyak terdapat di bumi kita dan beberapa contoh: Magnesium (Mg), Natrium (Na), Aluminium (Al), Ferrum (Fe), Argentum (Ag), Calsium (Ca), Kalium (K), Hydrargirum (Hg), Plumbun (Pb), Cuprum (Cu), dan lain-lain.
Unsur bukan logam umumnya di alam terdapat dalam wujud padat atau gas, unsur ini tidak dapat menghantarkan arus listrik dan juga panas (isolator), dalam wujud padat tidak dapat ditempa dan juga tidak mengkilat. Untuk unsur bukan logam yang berwujud padat ditemukan dalam bentuk unsurnya, misalnya silicon dalam bentuk Si dan carbon dalam bentuk C. Selain itu juga ditemukan dalam bentuk senyawa seperti; unsur fosforus ditemukan dalam bentuk P4, dan unsur Sulfur atau belerang ditemukan dalam bentuk S8. Molekul unsur untuk fosforus dan sulfur disebut juga dengan molekul poilatomik, karena dibentuk oleh lebih dari dua atom yang sejenis.
Untuk yang berwujud gas, umumnya tidak dalam keadaan bebas sebagai unsurnya namun berbentuk molekul senyawa, misalnya unsur oksigen dialam tidak pernah ditemukan dalam bentuk O, tetapi dalam bentuk gas oksigen atau O2, demikian pula dengan nitrogen dalam bentuk N2 dan klor dalam bentuk Cl2. Molekul unsur untuk oksigen, nitrogen dan klor disebut juga dengan molekul diatomik atau molekul yang dususun oleh dua atom yang sejenis.
Jika unsur kita potong kecil, dan dihaluskan maka suatu saat kita akan mendapatkan bagian (partikel) yang terkecil, dan sudah tidak tampak oleh mata kita, bagian terkecil dari sebuah dikenal dengan istilah atom.
Senyawa adalah  zat yang dihasilkan dari ikatan antara atom penyusunnya, dan dapat dipisahkan secara kimia menjadi unsur penyusunnya. Dalam kehidupan sehari hari kita mendapatkan senyawa kimia dalam dua golongan yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik. Senyawa organik dibangun oleh atom utamanya karbon, sehingga senyawa ini juga dikenal dengan istilah hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon banyak terdapat di alam dan juga pada makhluk hidup, dimulai dari bahan bakar sampai dengan molekul yang berasal atau ditemukan dalam makhluk hidup seperti karbohidrat, protein, lemak, asam amino dan lain lain.
Senyawa anorganik merupakan senyawa yang disusun oleh atom utama logam, banyak kita jumpai pada zat yang tidak hidup, misalnya tanah, batu batuan, air laut dan lain sebagainya. Senyawa anorganik dapat diklasifikasikan sebagai senyawa bentuk oksida asam basa dan bentuk garam. Senyawa oksida merupakan senyawa yang dibentuk oleh atom oksigen dengan atom lainnya. Keberadaan atom oksigen sebagai penciri senyawa oksida.
Berdasarkan unsur pembentuk senyawa oksida senyawa oksida dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu senyawa oksida logam dan oksida bukan logam. Senyawa oksida logam merupakan senyawa yang dapat larut dalam air membentuk larutan basa. Di alam banyak ditemukan senyawa oksida, umumnya berupa bahan tambang. Contoh oksida logam Magnesium Oksida (MgO), Natrium Oksida (Na2O), Kalsium Oksida (CaO), dan lain-lain.
Senyawa basa, merupakan senyawa yang dibentuk oleh unsur logam dan dengan gugus hidroksida (OH). Senyawa basa dapat dikenali karena memiliki beberapa sifat yang khas; terasa pahit atau getir jika dirasakan, di kulit dapat menimbulkan rasa gatal panas. Larutan basa dapat menghantarkan arus listrik, karena mengalami ionisasi. Hasil ionisasi berupa ion logam dan gugus OH . Beberapa senyawa basa yang mudah kita temukan seperti soda api atau Natrium hidroksida atau NaOH. Dalam larutan terionisasi menjadi Na+ dan OH- ,
Senyawa oksida bukan logam adalah senyawa yang dibentuk dari unsur bukan logam dengan oksigen, misalnya antara unsur nitrogen dengan oksigen. Senyawa oksida bukan logam dapat larut dalam air membentuk larutan asam. Beberapa senyawa oksida bukan logam biasanya berbentuk gas. Contoh oksida bukan logam, Karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2 ), difosfor pentaoksida (P2O5), dan lain-lain.
Senyawa asam, adalah senyawa yang memiliki sifat sifat seperti, rasanya masam, dapat menghantarkan arus listrik, dalam bentuk cair terionisasi dan menghasilkan ion hidrogen dan sisa asam. Beberapa contoh asam dengan jenis pertama seperti asam karbonat (H2CO3), yang disusun oleh 2 unsur H, 1 unsur C dan 3 unsur O. Jika asam ini terionisasi dihasailkan ion 2H+ dan ion CO3-2.
Untuk asam organik adalah senyawa karbon yang memiliki karboksilat (COOH), dimana senyawa organic merupakan senyawa yang memiliki kerangka atom karbon. Senyawa asam organik yang paling sederhana adalah H-COOH dikenal dengan asam formiat. Yang memiliki satu atom karbon pada karboksilat disebut dengan asam asetat, penulisan dapat dilakukan dengan mengganti unsur H nya saja sehingga H3C-COOH.
Senyawa garam, adalah senyawa yang dibentuk oleh unsur logam dan sisa asam. Senyawa garam memiliki rasa asin, dalam keadaan larutan senyawa ini dapat menghantarkan arus listrik kerena terjadi ionisasi. Senyawa garam NaCl, terionisasi menjadi ion Na+ dan ion sisa asam Cl- .
Campuran adalah  materi  yang  tersusun  dari  beberapa  substansi  murni,  sehingga mempunyai sifat dan komposisi yang bervariasi.  Contoh: gula ditambah air menghasilkan larutan gula, mempunyai sifat manis yang tergantung pada komposisinya. Campuran homogen adalah campuran  yang mempunyai  sifat  dan  komposisi  yang  seragam  pada  setiap  bagian campuran, tidak dapat dibedakan dengan melihat langsung. Contoh: garam dapur dan air. Campuran heterogen adalah  campuran yang mempunyai  sifat  dan  komposisi  yang  bervariasi  pada  setiap  bagian campuran,  dapat  dibedakan  dengan  melihat  langsung  (secara  fisik terpisah). Contoh: gula dan pasir.

B. Wujud Materi dan Perubahannya

1. Wujud materi
Setiap saat, kita berinteraksi dengan benda-benda di sekitar kita. Benda-benda tersebut mempunyai wujud yang berbeda-beda, dikelompokkan sebagai gas, cair dan padat.
a.  Gas
Gas mempunyai susunan molekul yang berjauhan, kerapatan rendah/tidak memiliki volume dan bentuk tetap/selalu bergerak dengan kecepatan tinggi. Campuran gas selalu uniform (serba sama). Gaya tarik-menarik antarpartikel dapat diabaikan. Laju suatu partikel selalu berubah-ubah tapi laju rata-rata partikel-partikel gas pada suhu tertentu adalah konstan.  
Gas merupakan zat yang mempunyai bentuk dan volum yang tidak tetap. Contoh gas yang terdapat di udara antara lain oksigen (O2), hidrogen (H2), nitrogen (N2), argon (Ar), neon (Ne) dan masih banyak lagi. Secara umum, gas memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.      Bentuknya tidak tetap
2.      Volumenya tidak tetap, sesuai dengan ruangan yang diisinya
3.      Dapat mengalir
4.      Dapat dimampatkan
Gas memiliki sifat-sifat tersebut karena gas mempunyai susunan partikel yang tidak teratur dan jarak antar partikelnya sangat jauh dibandingkan dengan zat padat maupun zat cair. Hal ini menyebabkan gaya tarik menarik antar partikel gas sangat lemah. Sehingga partikel-partikel gas dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan dapat menyebar dalam ruangan yang diisinya.

b. Cairan
Zat cair merupakan zat yang pada suhu kamar berwujud cair. Zat cair yang kita kenal sehari-hari adalah air sirup, alkohol, oli dan minyak tanah. Secara umum ciri-ciri fase cairan berada di antara fase gas dan fase padat, antara lain:
a.       Mempunyai kerapatan yang lebih tinggi bila dibanding dengan gas, namun lebih rendah bila dibandingkan dengan padatan.
b.      Jarak antar partikel lebih dekat dekat.
c.       Merupakan fase yang terkondensasi.
d.      Merupakan fase yang bisa dikatakan tidak terkompresi.
e.       Bentuk cairan akan menyesuaikan dengan wadahnya
Sifat-sifat tersebut disebabkan karena zat cair mempunyai susunan partikel yang kurang teratur dan jarak antar partikelnya relatif lebih jauh dibandingkan dengan zat padat. Hal ini menyebabkan gaya tarik antar partikel lebih lemah dibandingkan zat padat dan partikel-partikel zat cair dapat dengan leluasa bergerak. Hal ini yang menyebabkan zat cair dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain.

c. Padatan
Zat padat yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari diantaranya buku, uang logam, besi, baja dan arang. Benda-benda tersebut cenderung memiliki bentuk dan volume yang relatif tetap selama tidak ada gaya dari luar yang mengubah bentuknya. Pada dasarnya, zat padat memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.      Bentuknya selalu tetap di manapun zatnya disimpan.
2.      Tidak dapat mengalir atau dapat mempertahankan bentuknya..
3.      Jarak partikel sangat dekat.
4.      Volumenya relatif tetap saat diberi tekanan.
5.      Tidak dapat dimampatkan.
6.      Mempunyai kekerasan yang tinggi.
Sifat-sifat tersebut disebabkan karena zat padat mempunyai susunan partikel yang teratur dan jarak antar partikel sangat dekat atau rapat sehingga ikatan antar partikelnya sangat kuat.

2.  Perubahan Wujud
Suatu zat tidak selalu tetap berada dalam wujudnya. Namun, suatu ketika zat dapat mengalami perubahan wujud menjadi wujud lain. Sebagai contoh, air dapat membeku menjadi es, atau menguap menjadi gas (uap air). Sebaliknya, es juga dapat mencair dan dapat mencair dan uap air dapat mengembun menjadi air. Pernahkah kalian berfikir,mengapa hal itu bisa terjadi?
Zat dapat berubah wujud karena adanya pengaruh suhu. Pada dasarnya, perubahan suhu zat akan menyebabkan terjadinya perubahan susunan partikel-partikel zat tersebut. Dalam hal ini, jika suatu zat padat dipanaskan hingga mempunyai suhu yang tinggi, maka jarak antarpartikel zat tersebut akan semakin renggang seiring dengan semakin tingginya suhu. Pada suhu tertentu,susunan partikel zat tersebut menyebabkan zat berubah menjadi cair. Jika pada keadaan cair, suhu zat terus dinaikkan melalui pemanasan, maka jarak antarpartikel zat tersebut akan sangat renggang, dan memungkinkan zat tersebut berubah wujud menjadi gas. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Ketika suatu zat dipanaskan, maka partikel-partikel zat tersebut akan menyerap energi panas(kalor). Energi panas ini kemudian digunakan oleh partikel-partikel tersebut untuk bergetar dengan cepat dan bergerak saling menjauh, sehingga pada keadaan tertentu keadaan zat tersebut akan berubah wujud menjadi cair dan kemudian dari cair menjadi gas.
Sementara itu, ketika suatu zat didinginkan, maka partikel-partikel zat tersebut mengalami kekurangan energi, sehingga gaya tarik antarpartikel lebih kuat. Akibatnya jarak anrtarpartikel zat lebih rapat dibandingkan dengan sebelumnya. Keadaan tersebut menyebabkan perubahan wujud zat, yaitu dari gas menjadi cair, dari cair menjadi padat.
Pada dasarnya, perubahan wujud zat terdiri dari membeku, mencair, menguap, mengembun, menyublim, dan mendeposisi. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang perubahan wujud yang terdiri dari membeku, mencair, dan menguap.
a. Membeku
Membeku adalah proses perubahan wujud suatu zat dari cair menjadi padat. Sebagai contoh, pada suhu tertentu air dapat membeku menjadi es. Proses membekunya suatu zat biasanya terjadi pada suhu yang rendah. Suhu ketika suatu zat cair berubah wujud menjadi padat dinamakan titik beku. Setiap benda memiliki titk beku yang berbeda-beda Titik beku merupakan sifat fisika benda yang dapat digunakan utnuk meramalkan bentuk zat pada suhu tertentu.
b. Mencair
Mencair atau meleleh adalah proses perubahan wujud suatu zat dari padat menjadi cair. Sebagai contoh, lilin akan mencair atau meleleh ketika dibakar, es yang dibiarkan di udara terbuka akan mencair. Proses mencair atau meleleh juga sering disebut dengan istilah lain, yaitu melebur. Suhu ketika suatu zat mulai mencair disebut dengan titik cair, titik leleh, atau titik lebur. Akan tetapi, yang paling umum digunakan adalah titik lebur.
Dengan mengetahui titik lebur suatu zat, maka kita dapat mengetahui kemurnian suatu zat. Untuk zat-zat murni, pada umumnya memiliki titik lebur yang lebih tinggi dibandingkan ketika zat tersebut telah tercampur dengan zat lain. Berdasarkan hal inilah, maka untuk memperoleh logam yang murni, maka bijih logam yang dihasilkan dari proses tambang dipanaskan dalam dapur pemanasan sampai melebur dan kemudian melalui proses lebih lanjut akan diperoleh logam yang murni.
c. Menguap
Menguap adalah proses perubahan wujud suatu zat dari bentuk cair menjadi gas atau uap. Suhu ketika suatu zat cair berubah menajdi uap disebut dengan titik uap.
Ketika suatu zat cair dipanaskan pada tekanan normal (1atm), maka pada suhu tertentu akan terlihat pada seluruh bagian zat cair timbul gelembung-gelembung yang bergerak ke atas dan kemudian pecah saat mencapai permukaan. Pada keadaan yang demikian, zat cair dikatakan mendidih. Ketika suatu zat cair mendidih, maka hampir tiap bagian zat segera berubah menjadi uap. Berdasarkan hal ini, maka titik uap sering disebut dengan titik didih. Sebagai contoh, air murni mendidih ketika mencapai suhu + 100 pada tekanan normal (1atm), dan pada keadaan tersebut partikel-partikel air akan berubah menjadi gas.

Ulangan Harian 1
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat!
1. Apakah yang dimaksud dengan materi ?
Jawab: segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang
2. Apakah yang dimaksud dengan materi unsur ?
Jawab: Substansi murni  yang  tidak  dapat  dipisahkan  menjadi  sesuatu yang
lebih sederhana, baik secara fisika maupun kimia, mengandung satu jenis atom
3. Apakah yang dimaksud dengan materi senyawa ?
Jawab: zat yang dihasilkan dari ikatan antara atom penyusunnya, dan dapat dipisahkan secara kimia menjadi unsur penyusunnya. 
4. Apakah yang dimaksud dengan materi campuran ?
Jawab: materi  yang  tersusun  dari  beberapa  substansi  murni,  sehingga mempunyai sifat dan komposisi yang bervariasi. 
5. Mengapa gas mudah menyebar ke segala ruangan yang ditempatinya  ?
Jawab: gaya tarik menarik antar partikel gas sangat lemah.
6. Apa sebab benda padat tidak dapat mengalir ?
Jawab: zat padat mempunyai susunan partikel yang teratur dan jarak antar partikel sangat dekat atau rapat sehingga ikatan antar partikelnya sangat kuat.
7.  Apakah yang menyebabkan perubahan wujud suatu benda?
Jawab: adanya pengaruh perubahan suhu atau panas.
8. Mengapa perubahan suhu dapat menyebabkan perubahan wujud benda!
Jawab: perubahan suhu zat akan menyebabkan terjadinya perubahan susunan partikel-partikel zat tersebut. Jika suhu zat meningkat, jarak antarpartikel zat tersebut akan semakin renggang seiring dengan semakin tingginya suhu. Partikel-partikel zat akan menyerap energi panas/ kalor, kemudian partikel-partikel bergetar dengan cepat dan bergerak saling menjauh, sehingga pada keadaan tertentu zat tersebut berubah wujud
9. Apa hubungan titik lebur zat dengan kemurnian zat?
Jawab: Zat-zat murni, pada umumnya memiliki titik lebur yang lebih tinggi dibandingkan ketika zat tersebut telah tercampur dengan zat lain. 
10. Apakah yang dimaksud dengan mendeposisi ?
Jawab: perubahan wujud dari fase gas menjadi fase padat.


C. Sifat-Sifat Materi
1. Sifat Fisik
Kita dapat membengkokkan kawat tembaga, namun kita tidak dapat melakukannya pada sebatang lilin. Lilin tidak dapat bengkok, tapi patah. Kerapuhan/ kegetasan tersebut merupakan salah satu ciri yang menggambarkan lilin. Selain itu, warna dan bentuknya juga merupakan penggambaran lilin. Ciri suatu materi yang dapat kita amati tanpa merubah zat-zat yang menyusun materi tersebut disebut sifat fisis. Contoh-contoh sifat fisis adalah warna, bentuk, ukuran, kepadatan, titik lebur dan titik didih. Kita dapat menggambarkan suatu zat menggunakan sifat-sifat fisis.
Beberapa sifat fisis menggambarkan penampakan suatu benda. Sebuah paku besi dapat digambarkan sebagai silinder berujung lancip yang terbuat dari bahan padat berwarna kelabu pudar. Dengan menggambarkan bentuk, warna dan keadaan paku tersebut, kamu telah mengetahui beberapa sifat fisisnya. Beberapa sifat fisis dapat diukur. Sebagai contoh, kita dapat menggunakan sebuah penggaris untuk mengukur salah satu sifat paku itu, yaitu panjangnya.
Jika campuran kerikil dan pasir, kamu dapat mengidentifikasi kerikil dan butiran pasir melalui warna, bentuk dan ukurannya. Dengan menggeser-geser/mengocok campuran tersebut, kamu dapat memisahkan kerikil dari butiran pasir karena keduanya berbeda ukuran.
Sekarang perhatikan campuran serbuk besi dan pasir yang ditunjukkan pada gambar di bawah. Mustahil memisahkan campuran ini dengan pengayakan karena serbuk besi dan pasir mempunyai ukuran yang sama. Cara yang lebih efisien adalah dengan mendekatkan magnet pada campuran itu. Ketika magnet dilewatkan di atas campuran tersebut, serbuk besi akan ditarik oleh magnet sedangkan pasir tidak. Dalam hal ini, perbedaan sifat fisis, seperti ketertarikan pada magnet, dapat digunakan untuk memisahkan zat dari campuran.

2. Sifat Kimia
Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang menyatakan apakah zat itu dapat mengalami perubahan kimia tertentu. Kecenderungan suatu zat untuk terbakar merupakan contoh sifat kimia. Banyak zat lain yang mudah terbakar, seperti LPG, bensin, spiritus, minyak tanah. Dengan mengetahui bahan mana yang mengandung zat-zat yang memiliki sifat kimia ini, kamu akan dapat menggunakannya secara aman.
Jika kamu melihat-lihat dalam toko obat, kamu mungkin melihat banyak obat-obatan yang disimpan dalam botol-botol gelap. Obat-obatan tersebut mengandung senyawa dengan sifat kimia yang serupa. Perubahan kimia akan terjadi pada senyawa tersebut jika terkena cahaya.
Ketika logam dibiarkan di udara, beberapa jenis logam akan mengalami korosi. Perkaratan besi merupakan salah satu contoh korosi. Karat besi adalah senyawa oksida besi, yaitu besi yang telah mengikat oksigen. Karat besi bersifat rapuh dan berpori, sehingga logam besi yang berada di bawahnya akan terus mengalami korosi lebih lanjut.

3. Beberapa Sifat Penting Materi
a. Sifat Fisis  Gas
Empat variabel yang menggambarkan keadaan gas:
1)      Tekanan (P)
2)      Temperatur (T)
3)      Volume (V)
4)      Jumlah mol gas, mol (n)

1). Tekanan Gas
Tekanan didefinisikan sebagai besaran gaya normal yang menekan bidang persatuan luas bidang. Tekanan adalah besaran skalar dan satuan tekanan menurut SI adalah Pascal disingkat Pa, dimana 1 Pa = 1 N/m2. Tekanan gas adalah gaya yang diberikan oleh gas pada satu satuan luas dinding wadah. Torricelli ilmuan dari Italia yang menjadi asisten Galileo adalah orang pertama yang melakukan penelitian tentang tekanan gas. Ia menutup tabung kaca panjang di satu ujungnya dan mengisi dengan merkuri. Kemudian ia menutup ujung yang terbuka dengan ibu jarinya, membalikkan tabung itu dan mencelupkannya dalam mangkuk berisi merkuri, dengan hati-hati agar tidak ada udara yang masuk. Merkuri dalam tabung turun, meninggalkan ruang yang nyaris hampa pada ujung yang tertutup, tetapi tidak semuanya turun dari tabung. Merkuri ini berhenti jika mencapai 76 cm di atas aras merkuri dalam mangkuk (seperti pada gambar dibawah). Toricelli menunjukkan bahwa tinggi aras sedikit beragam dari hari ke hari dan dari satu tempat ke tempat yang lain, hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh atmosfer dan bergantung pada cuaca ditempat tersebut. Peralatan sederhana ini yang disebut Barometer.

Tekanan atmosfer adalah tekanan yang dilakukan oleh udara bebas pada suatu dinding atau permukaan. Satuan tekanan juga sering dinyatakan dengan satuan atmosfer. Harga satu  atmosfer berbeda-beda di setiap tempat, bergantung pada ketinggian dan temperatur, tetapi besarya satu atmosfer standar ditetapkan oleh perjanjian internasional.
Satu atmosfer standar adalah besarnya tekanan yang sama dengan tekanan hidrostatik yang ditimbulkan oleh air raksa di dalam kolom air raksa yang luas penampangnya 1 cm2 dan tingginya 76 cm. Pengukuran dilakukan pada temperatur 20oC dan rapat massa air raksa sebesar ρ= 13,5951 gram/cm3, di suatu tempat yang harga percepatan grafitasinya g = 980,665 cm /det2.

Hubungan antara temuan Toricelli dan tekanan atmosfer dapat dimengerti berdasarkan hokum kedua Newton mengenai gerakan, yang menyatakan bahwa:
Gaya = massa x percepatan
F = m x a
Di mana percepatan benda (a) adalah laju yang mengubah kecepatan. Semua benda saling tarik-menarik karena gravitasi, dan gaya tarik mempengaruhi percepatan setiap benda. Percepatan baku akibat medan gravitasi bumi (biasanya dilambangkan dengan g, bukannya a) ialah g = 9,80665 m/s2. Telah disebutkan di atas bahwa tekanan adalah gaya persatuan luas, sehingga :
P =  =
Karena volume merkuri dalam tabung adalah: V = A.h atau A = , maka:
P =. Jika masa jenis merkuri ρ =  m/V,  di mana ρ = massa jenis, sehingga: 
P = ρ.g.h
ρ = masa jenis zat (cair, gas)
h= tinggi zat (cair, gas)
g = tetapan grafitasi (9,8 m/s2)


2). Suhu dan Pengukurannya
Pengukuran temperatur mengacu pada satu harga terperatur tertentu yang biasanya disebut titik tetap. Sebagai titik tetap dapat dipakai titik tripel air, yaitu temperatur tertentu pada saat air, es, dan uap air berada dalam kesetimbangan fase. Temperatur titik tripel air, Tp = 273,16 Kelvin.
Persamaan yang menyatakan hubungan antara temperatur dan sifat termometriknya berbentuk:
T(x) =273,16 .  Kelvin
Dengan x = besaran yang menjadi sifat termometriknya
xtp = harga x pada titik tripel air
T(x) = fungsi termometrik
Alat untuk mengukur temperatur disebut termometer.
Beberapa bentuk fungsi termometrik untuk berbagai termometer seperti berikut ini:

1. Termometer gas volume tetap.
T(P) =273,16 .  Kelvin
dengan P = tekanan yang ditunjukkan termometer pada saat pengukuran.
Ptp = tekanan yang ditunjukkan termometer pada temperatur  titik tripel air.

2.Termometer hambatan listrik.
T(R) =273,16 .  Kelvin
dengan, R = harga hambatan yang ditunjukkan termometer pada saat pengukuran dan Rtp = harga hambatan yang ditunjukkan thermometer pada temperatur titik tripel air.

3.Termometer termokopel.
T(ε) =273,16 .  Kelvin
dengan ε = tegangan yang ditunjukkan termometer pada saat pengukuran.
εtp = tegangan yang ditunjukkan termometer pada temperatur titik tripel air.

Perbedaan jenis gas yang digunakan pada termometer gas volume tetap memberikan perbendaan harga temperatur dari zat yang diukur. Akan tetapi, dari hasil eksperimen didapatkan bahwa jika Ptp dari setiap jenis gas pada termometer gas volume tetap tersebut harganya dibuat mendekati Nol (Ptp = 0), maka hasil pengukuran temperatur suatu zat menunjukkan harga yang sama untuk setiap jenis gas yang digunakan.
Harga temperatur yang tidak bergantung pada jenis gas (yang digunakan pada termometer gas volume tetap) disebut temperatur gas ideal. Fungsi termometrik untuk temperatur gas ideal adalah:
T = 273,16 Kelvin

1). Termometer Celcius  mengambil patokan titik lebur es/titik beku air sebagai titik ke nol derajat (0oC) dan titik didih air sebagai titik ke seratus derajat (100oC). Semua patokan tersebut diukur pada tekanan 1 atmosfer standar. Termometer Celcius mempunyai skala yang sama dengan temperatur gas ideal. Harga titik tripel air menurut termometer Celcius adalah:
τtp = 0,01oC
Hubungan antara temperatur Celcius dan temperatur Kelvin dinyatakan dengan:
τ(oC) = T(K) – 273,16

2). Termometer Fahrenheit mengambil patokan titik lebur es/titik beku air sebagai skala yang ke- 32oF dan titik didih air sebagai skala yang ke- 212oF. Hubungan antara Celcius dan Fahrenheit dinyatakan dengan:

τc(oC) = (32 + 9/5. τc)oF, atau

τF(oF) =  5/9 (τF- 32) oC

Contoh-Contoh soal :
1. Seorang siswa mengukur temperatur suatu benda dengan thermometer Celcius. Hasil pengukuran menunjukkan benda tersebut bertemperatur 80oC. Berapa temperatur tersebut jika diukur dengan temperature Fahrenheit dan Kelvin?
Penyelesaian:
τc(oC) = (32 + 9/5. τc)oF
= τc(oC) = (32 + 9/5. 80)oF= 176oF
dan TK = TC + 273,15 = 80 + 273,15 = 353,15 K

2. Pada permukaan titik tripel air, tekanan gas pada termometer gas menunjukkan 6,8 atmosfer (atm).
a. Berapakah besarnya temperatur suatu zat yang pada waktu pengukuran menunjukkan tekanan sebesar 10,2 atm?
b. Berapakah besarnya tekanan yang ditunjukkan termometer jika temperatur zat yang diukur besarnya 300 Kelvin?
Penyelesaian:
a.      T = 273,16 x P/Ptp = 273,16 x 10,2/6,8 =409,74 Kelvin
b.      T = 273,16 x P/Ptp
P = (T x Ptp)/ 273,16 = (300 x 6,8)/273,16 = 7,49 atm

3. Suatu gas mempunyai temperatur -5oC.
a. Tentukan besarnya temperatur gas tersebut dalam skala Kelvin!
b. Tentukan besarnya temperatur gas tersebut dalam skala Fahrenheit!
Penyelesaian:
a. t = (T – 273,15)oC.
T = (t + 273,15) K
karena t = -5oC., maka T = 268,15 K
b.  τ = (9/5 +32)oF
=(9/5x(-5)+32)oF
= 23oF

4.Pesawat ulang-alik Colombia menggunakan helium cair sebagai bahan bakar utama roketnya. Helium mempunyai titik didih 5,25 Kelvin. Tentukan besarnya titik didih helium dalam oC dan dalam oF!
Penyelesaian:
Titik didih helium.
T = 273,15 = 5,25 + τ
τ = T – 273,15 = 5,25 – 273,15
τ = -268,9oC
Dalam skala Fahrenheit:
τ = 9/5.t + 32
= 9/5 x (-268,9) +32
= -484,02 + 32
= -452,02oF

5. Apabila tekanan 1 atmosfer standar dinyatakan dalam satuan Pascal, berapakah tekanan tersebut?
Penyelesaian:
P = ρ.g. y
ρ = 13,5951 gr/cm3 = 13,595,1 kg/m3
g = 980,665 cm/det2 = 9,80665 m/det2
y = 76 cm = 0,76 m
P = 13,595,1 x 9,80665 x 0,76 Pa
= 1,013 x 105 Pa
Jadi, 1 atm standar = 1,01 x 105 Pascal

Catatan: 1 bar adalah satuan tekanan yang besarnya sama dengan 105 Pa. Harga 1 bar adalah mendekati harga 1 atm standar, karena itu untuk pemakaian praktis sehari-hari kita biasanya menyamakan 1 bar = 1 atm standar.


3). Volume
a) Hukum Boyle
Robert Boyle pada tahun 1622 melakukan percobaan dengan menggunakan udara. Ia menyatakan bahwa volume sejumlah tertentu gas pada suhu yang konstan berbanding terbalik dengan tekanan yang dialami gas tersebut. Hubungan tersebut dikenal sebagai Hukum Boyle, secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut :
V  1/P atau P.V = konstan
V = volume;  P = tekanan
Persamaan diatas berlaku untuk gas-gas yang bersifat ideal.
Contoh :
Silinder panjang pada pompa sepeda mempunyai volume 1.131 cm3 dan diisi dengan udara pada tekanan 1,02 atm. Katup keluar ditutup dan tangkai pompa didorong sampai volume udara 517 cm3. Hitunglah tekanan di dalam pompa.

Penyelesaian :
Perhatikan bahwa suhu dan jumlah gas tidak dinyatakan pada soal ini, jadi nilainya 22,414 L atm tidak dapat digunakan untuk tetapan C. bagaimanapun, yang diperlukan adalah pengandaian bahwa suhu tidak berubah sewaktu tangkai pompa didorong. Jika P1 dan P2 merupakan tekanan awal dan akhir, dan V1 dan V2 adalah volume awal dan akhir, maka:
P1.V1 = P2.V2
Sebab suhu dan jumlah udara dalam pompa tidak berubah. Substitusi menghasilkan :
(1,02atm).(1131cm3)=P2. (517cm3) Sehingga P2 dapat diselesaikan:
P2 = 2,23 atm

b) Hukum Charles
Pada tekanan konstan, volume sejumlah tertentu gas sebanding dengan suhu absolutnya.  Hukum di atas dapat dituliskan sebagai berikut:
V ≈ T atau V/T = konstan
Hubungan di atas ditemukan oleh Charles pada tahun 1787 dan dikenal sebagai Hukum Charles. Secara grafik, hokum Charles dapat digambarkan seperti pada gambar di bawah. Terlihat bahwa apabila garis-garis grafik diekstrapolasikan hingga memotong sumbu X (suhu), maka garis-garis grafik tersebut akan memotong di satu titik yang sama yaitu – 273,15 °C. Titik ini dikenal sebagai suhu nol absolute yang nantinya dijadikan sebagai skala Kelvin. Hubungan antara Celcius dengan skala Kelvin adalah:
K = °C + 273,15
K = suhu absolut
°C = suhu dalam derajat Celcius

Sama hal-nya dengan hukum Boyle, hukum Charles juga berlaku untuk gas ideal.
Contoh soal: Seorang ilmuan yang mempelajari sifat hidrogen pada suhu rendah mengambil volume 2,50 liter hidrogen pada tekanan atmosfer dan suhu 25°C dan mendinginkan gas itu pada tekanan tetap sampai –200 °C. Perkirakan besar volume hidrogen!
Penyelesaian :
Langkah pertama untuk mengkonversikan suhu ke Kelvin:
T1 = 25°C → T1 = 298,15 K
T2 = -200°C →  T2 = 73,15 K
 =
V2 ==  = 0,613L

c). Hukum Avogadro
Pada tahun 1811, Avogadro mengemukakan hukum yang penting mengenai sifat-sifat gas. Dia menemukan bahwa pada suhu yang sama, sejumlah volume yang sama dari berbagai gas akan mempunyai jumlah partikel yang sama pula banyaknya. Hukum Avogadro dapat dinyatakan sebagai berikut:
V ≈ n atau V/n = konstan
n = jumlah mol gas
Satu mol didefinisikan sebagai massa dari suatu senyawa/zat yang mengandung atom atau molekul sebanyak atom yang terdapat pada dua belas gram karbon (C12). Satu mol dari suatu zat mengandung 6,023 x 1023 partikel. Bilangan ini dikenal sebagai Bilangan Avogadro.

d) Hukum Keadaan Standar
Untuk melakukan pengukuran terhadap volume gas, diperlukan suatu keadaan standar untuk digunakan sebagai titik acuan. Keadaan ini yang juga dikenal sebagai STP (Standart Temperature and Pressure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai tekanan sebesar 1 atm (760 mmHg) dan suhu °C (273,15 K). Satu mol gas ideal, yaitu gas yang memenuhi ketentuan semua hukum-hukum gas akan mempunyai volume sebanyak 22,414 liter pada keadaan standar ini.

e) Hukum Gas Ideal
Definisi gas ideal, antara lain:
a. Suatu gas yang terdiri dari partikel-partikel yang dinamakan molekul.
b. Molekul-molekul bergerak secara serampangan dan memenuhi hukum-hukum gerak Newton.
c. Jumlah seluruh molekul adalah besar
d. Volume molekul adalah pecahan kecil yang diabaikan dari volume yang ditempati oleh gas tersebut.
e. Tidak ada gaya yang cukup besar yang beraksi pada molekultersebut kecuali selama tumbukan.
f. Tumbukannya elastik (sempurna) dan terjadi dalam waktu yang sangat singkat.


Apabila jumlah gas dinyatakan dalam mol (n), maka suatu bentuk persamaan umum mengenai sifat-sifat gas dapat diformasikan. Sebenarnya hukum Avogadro menyatakan bahwa 1 mol gas ideal mempunyai volume yang sama apabila suhu dan tekanannya sama. Dengan menggabungkan persamaan Boyle, Charles dan persamaan Avogadro akan didapat sebuah persamaan umum yang dikenal sebagai persamaan gas ideal.
V ≈ n.  atau
V = R.n. atau V.P = n.R.T
Persamaan di atas akan sangat berguna dalam perhitungan-perhitungan volume gas. Nilai numerik dari konstanta gas dapat diperoleh dengan mengasumsikan gas berada pada keadaan STP, maka:
R =
Dalam satuan SI, satuan tekanan harus dinyatakan dalam N/m2 dan karena 1 atm ekivalen dengan 101,325 N/m2.
Contoh : Balon cuaca yang diisi dengan helium mempunyai volume 1,0 x  104 L pada 1,00 atm dan 30 °C. Balon ini sampai ketinggian yang tekanannya turun menjadi 0,6 atm dan suhunya –20°C. Berapa volume balon sekarang? Andaikan balon melentur sedemikian sehingga tekanan di dalam tetap mendekati tekanan di luar.
 =
V2 =  =
V2 = 14.000 L

b. Adesif/Kohesifitas dan Dampaknya
Partikel-partikel zat padat atau zat cair bisa tetap menyatu membentuk suatu benda karena adanya gaya tarik-menarik antar partikel.  Kohesi adalah gaya tarik menarik antar partikel zat sejenis. Gaya kohesi antar partikel zat padat memiliki kekuatan paling besar, kemudian zat cair dan gas.Contoh kohesi adalah ikatan partikel-partikel zat untuk tetap menyatu membentuk suatu benda. Gaya kohesi yang besar menyebabkan zat padat sulit di potong atau dipatahkan. Gaya tarik kohesi menyebabkan partikel cenderung berkumpul dengan zat sejenis
Jika kamu memasukkan air ke dalam gelas yang kering, kemudian air tersebut di tumpahkan kembali, gelas menjadi basah, sebagian air menempel pada dinding gelas karena adanya gaya tarik-menarik antar partikel. Gaya tarik menarik antar partikel yang tidak sejenis tersebut dinamakan  Adhesi. Gaya tarik adhesi menyebabkan partikel cenderung meninggalkan zat sejenis, sebagai contoh adalah ketika tinta dituliskan pada sebuah kertas.
Permukaan air teregang akibat adanya gaya tarik tarik antar molekul air di permukaan. Dengan kata lain terdapat gaya kohesi pada molekul-molekul air di permukaan. Gaya kohesi ini selalu berusaha untuk memperkecil luas permukaan zat air. Air yang berada dalam keadaan ini dikatakan memiliki tegangan permukaan. Tegangan permukaan dapat diamati pada wadah yang diisi larutan hingga penuh. Pernahkah kamu melihat nyamuk melayang-layang di atas permukaan air ? Tegangan permukaan airlah yang membuat nyamuk dapat melayang.
Peristiwa permukaan zat cair yang melengkung disebut meniskus. Meniskus cekung  adalah permukaan zat cair yang bentuk cekung sebagai contoh air dituangkan kedalam tabung reaksi yang tidak berminyak. Gaya adhesi antar partikel air dengan partikel tabung reaksi lebih besar daripada gaya kohesi antar partikel air . Partikel air yang bersentuhan dengan  dinding lebih tertarik ke dinding , oleh karena itu posisi permukaan air di dinding tabung lebih tinggi dari pada posisi permukaan air di tengah tabung. Sifat zat cair pada meniskus cekung adalah membasahi dinding kaca dan naiknya permukaan zat cair pada pipa kapiler.
Meniskus cembung adalah permukaan zat cair yang berbentuk cembung.  Contohnya adalah permukaan air didalam tabung reaksi yang telah diolesi minyak. Gaya kohesi antar partikel air lebih besar dari pada gaya adhesi antara partikel air dengan partikel minyak, akibatnya partikel air cenderung menjauhi dinding tabung reaksi, oleh karena itu, permukaan air di dinding lebih rendah daripada permukaan air di tengah tabung reaksi. Meniskus cembung juga dapat ditunjukkan dengan memasukkan raksa kedalam tabung reaksi. Meniskus cembung mempunyai sifat tidak membasahi dinding dan turunnya permukaan raksa pada pipa kapiler.
Gejala kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunya zat cair dalam pipa kapiler. Peristiwa kapilaritas terjadi jika jika rongga (diameter) pipa sangat kecil . Contoh efek kapilaritas adalah naiknya minyak pada sumbu kompor, air menyebar dikertas penghisap dan naiknya air dari akar ke daun pada  tumbuh-tumbuhan.

c. Penghantaran Panas (Kalor)
Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Kalor dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lainnya melalui 3 cara, yaitu secara konduksi, konveksi, dan radiasi

1) Konduksi kalor pada suatu zat adalah perambatan kalor yang terjadi melalui vibrasi molekul-molekul zat tersebut di mana tidak disertai perpindahan dari media penghantar kalor. Pada saat terjadi konduksi kalor, molekul-molekul zat tidak berpindah tempat (relatif diam). Laju aliran kalor konduksi dinyatakan dengan persamaan :
= -K.A.,  untuk K menyatakan konduktivitas termal, A adalah luas penampang zat yang dilalui kalor, t adalah waktu aliran, dan x adalah jarak yang ditempuh aliran kalor tersebut.  

Atau secara singkat, besarnya kalor yg mengalir secara konduksi dapat dihitung dng rumus  Q = K.A.ΔT.

Harga   disebut gradien temperatur. Untuk zat padat yang homogen hargamendekati harga . Konduktivitas termal K untuk zat padat pada umumnya konstan dan untuk setiap jenis zat mempunyai harga K tertentu.

2). Pada konveksi kalor, molekul-molekul yang menghantarkan kalor ikut bergerak sesuai dengan gerak aliran kalor. Aliran kalor terjadi pada fluida (zat cair dan gas) yang molekul-molekulnya mudah bergerak. Laju  aliran kalor konveksi dinyatakan oleh persamaan :
= -h.A.∆T,  h disebut koefisien konveksi kalor yang harganya bergantung dari berjenis-jenis faktor, seperti viskositas, bentuk permukaan zat, dan jenis fluida. Persamaan di atas diperoleh secara empiris.

Atau secara singkat, besarnya kalor yg mengalir secara konveksi dapat dihitung dng rumus  Q = h.A.ΔT.

3). Radiasi kalor adalah kalor yang dihantarkan dalam bentuk radiasi  gelombang elektromagnetik. Energi radiasi per satuan waktu persatuan luas yang dipancarkan oleh suatu benda disebut daya radiasi. Daya radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam pada temperatur T dinyatakan dengan hukum Stefan – Boltzmann:
Rβ = σ.T4 , dengan Rβ menyatakan daya radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda hitam dan σadalah suatu konstanta yang harganya, σ = 5,67 x 10-8 watt/ m2 K4.

Untuk benda yang bukan benda hitam:
Rβ = e.T4, e,  adalah faktor emisivitas yang harganya 0 < e < 1 dan untuk benda hitam e = 1. Besaran δQ menyatakan sejumlah kecil kalor yang mengalir dalam interval waktu dt. Jadimenyatakan laju aliran kalor. Jika suatu benda yang luas permukaannya A dan temperaturnya T2 menyerap energi radiasi yang dipancarkan oleh benda lain yang temperaturnya T1 (T1 > T2), maka benda pertama akan terjadi perpindahan kalor sebesar :
 = ε . σ(T14-  T24), ε  adalah suatu konstanta berdimensi luas yang bergantung pada luas permukaan dan emisivitas kedua benda.

d. Konsentrasi Larutan
Konsetrasi larutan merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara zat terlarut dan pelarut. Jumlah zat tiap satuan volume disebut konsentrasi. Larutan encer adalah larutan yang jumlah zat terlarut sangat sedikit, sedangkan Larutan pekat adalah larutan yang  jumlah zat terlarut sangat banyak. Cara menyatakan konsentrasi: molar, molal, persen, fraksi mol,bagian per sejuta (ppm), dll.

1).  Molaritas (M)
Molaritas Larutan merupakan campuran antara pelarut dan zat terlarut. Jumlah zat terlarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi. Salah satu cara untuk menyatakan konsentrasi dan umumnya digunakan adalah dengan molaritas (M). Molaritas merupakan ukuran banyaknya mol zat terlarut dalam 1 liter larutan.
M =  = mol x  =  x
keterangan:
V = volume larutan
g = massa zat terlarut
Mr = Massa Rumus, yaitu jmlah massa atom yang menyusun zat itu.
Contoh :  Berapakah molaritas 0.4 gram NaOH (Mr = 40) dalam 250 mL
larutan ?
Jawab :  M =  
= 0.4 M
Pengenceran larutan dilakukan apabila larutan terlalu pekat. Pengenceran dilakukan dengan penambahan air. Pengenceran tidak merubah jumlah mol zat terlarut. Sehingga,
V1M1 = V2M2
keterangan:
V1 = volume sebelum pengenceran
M1 = molaritas sebelum pengenceran
V2 = volume sesudah pengenceran
M2 = molaritas sesudah pengenceran

2).  Persen Berat (% w/w)
Persen berat menyatakan jumlah gram berat zat terlarut dalam 100 gram larutan.  Contoh : larutan gula 5%, berarti dalam 100 gram larutan gula terdapat :
• (5/100) x 100 gram gula = 5 gram gula
• (100 – 5) gram air = 95 gram air

3). Bagian per juta (part per million, ppm)
Artinya ppm adalah massa komponen larutan (g) per 1 juta g larutan.  Untuk pelarut air : 1 ppm setara dengan 1 mg/liter.

e. Keasaman
Sifat asam dan basa termasuk pokok bahasan yang penting dalam ilmu kimia. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat ini dapat kita jumpai misalnya rasa asam dari buah jeruk dan cuka. Rasa asam tersebut berasal dari asam yang terkandung dalam buah jeruk dan cuka, yaitu asam sitrat dan asam cuka. Asam askorbat dalam vitamin C adalah zat penting dalam makanan kita.
Asam sulfat adalah contoh senyawa yang bersifat asam yang terkandung dalam baterai mobil yang produksinya berada pada tingkat atas dalam produksi tahunan dari industri kimia. Senyawa yang bersifat basa yang penting diantaranya adalah amonia, terdapat dalam bahan pembersih rumah tangga. Contoh lainnya yaitu natrium hidroksida, dipasaran bernama lye, terdapat pada pembersih dan zat buangan. Demikian juga ”milk of magnesia” yang dipakai sebagai obat penyakit lambung juga bersifat basa.
Definisi-definisi berdasarkan pengamatan mengenai asam dan basa dapat dilihat pada table berikut ini:
Untuk mengetahui sifat suatu senyawa apakah asam, basa, atau netral, cara yang digunakan adalah mengujinya dengan indikator asam-basa. Beberapa indikator asam-basa yaitu :
1). Lakmus merah dan lakmus biru
Asam mengubah kertas lakmus biru menjadi merah. Sedangkan basa mengubah kertas lakmus merah menjadi biru. Senyawa netral tidak mengubah warna kedua kertas lakmus.
2). Indikator universal
Dengan indikator universal, kita bisa langsung mengetahui berapa pH (kekuatan asam/basa) dari suatu senyawa dengan membandingkan warna indikator yang terkena senyawa dengan warna standar.
3). pH meter
pH larutan juga bisa diukur dengan pH meter. Alat digital ini memberikan nilai pH yang lebih akurat daripada indikator universal.
Kekuatan keasaman suatu larutan disebut dengan derajat keasaman (konsentrasi ion H+) dalam larutan atau pH. Rumus pH dituliskan sebagai berikut:
pH = - log [H+]
Untuk air murni pada temperatur 25 °C :
[H+] = [OH-] = 10-7 mol/L
Sehingga pH air murni = - log 10-7 = 7
Atas dasar pengertian ini, maka :
• Jika pH = 7, maka larutan bersifat netral
• Jika pH < 7, maka larutan bersifat asam
• Jika pH > 7, maka larutan bersifat basa
• Pada temperatur kamar : pKw = pH + pOH = 14

f. Daya Hantar Listrik Larutan
Berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listrik (didasarkan pada daya ionisasi), larutan dibagi menjadi dua, yaitu larutan elektrolit, yang terdiri dari elektrolit kuat dan elektrolit lemah serta larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
1) Larutan Elektrolit Kuat
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar arus listrik, karena zat terlarut yang berada didalam pelarut (biasanya air), seluruhnya dapat berubah menjadi ion-ion dengan harga derajat ionisasi adalah satu (α = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah :
• Asam kuat, antara lain: HCl, HClO3, HClO4, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.
• Basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, antara lain : NaOH, KOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain.
• Garam-garam yang mempunyai kelarutan tinggi, antara lain : NaCl, KCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain.
2) Larutan Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang mampu menghantarkan arus listrik dengan daya yang lemah, dengan harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu (0 < α < 1). Yang tergolong elektrolit lemah adalah:
• Asam lemah, antara lain: CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain.
• Basa lemah, antara lain: NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain.
• Garam-garam yang sukar larut, antara lain: AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain.


3) Larutan non-Elektrolit
Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, hal ini disebabkan karena larutan tidak  dapat menghasilkan ion-ion (tidak meng-ion). Yang termasuk dalam larutan non elektrolit antara lain :
• Larutan urea
• Larutan sukrosa
• Larutan glukosa
• Larutan alkohol dan lain-lain

Ulangan Harian 2
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat!
1. Apakah yang dimaksud sifat fisis ?
Jawab: Ciri suatu materi yang dapat diamati tanpa merubah zat-zat yang menyusunnya.
2. Apakah yang dimaksud sifat kimia ?
Jawab: ciri-ciri suatu zat yang menyatakan apakah zat itu dapat mengalami perubahan kimia tertentu.
3. Apakah yang mempengaruhi perubahan tekanan udara ?
Jawab: perubahan suhu dan ketinggian  tempat.
4. Apakah yang dimaksud dengan tekanan 1 atmosfer ?
Jawab: tekanan yang dilakukan oleh udara bebas pada suatu dinding atau permukaan.
5. Apakah yang dimaksud titik tripel air ?
Jawab: temperatur tertentu pada saat air, es, dan uap air berada dalam kesetimbangan fase.
6. Apakah yang dimaksud dengan temperature gas ideal ?
Jawab: temperatur yang tidak bergantung pada jenis gas (yang digunakan pada termometer gas volume tetap).
7. Bagaimanakah bunyi hukum Boyle?
Jawab: bahwa volume sejumlah tertentu gas pada suhu yang konstan berbanding terbalik dengan tekanan yang dialami gas tersebut.
8. Untuk gas ideal sejumlah satu mol jika diukur volumenya berapa liter dan jika dihitung terdiri dari berapa partikel ?
Jawab: 22,4 liter  dan 6,023 x 1023 partikel.
9. Apakah yang dimaksud gaya adesi dan gaya kohesi ?
Jawab: Kohesi adalah gaya tarik menarik antar partikel zat sejenis. Gaya tarik menarik antar partikel yang tidak sejenis tersebut dinamakan  Adhesi.
10. Bagaimana terjadinya aliran kalor secara konduksi ?
Jawab: perambatan kalor yang terjadi melalui vibrasi (getaran) molekul-molekul zat tersebut di mana tidak disertai perpindahan dari media penghantar kalor.

D. Perubahan Materi
Kita dapat mengamati perubahan-perubahan pada benda dengan melihat perubahan sifat benda tersebut. Perubahan sifat benda tentunya berbeda antara benda yang satu dengan benda yang lain. Ada benda yang mengalami perubahan warna dan ada pula yang mengalami perubahan bentuk. Selain perubahan bentuk dan warna, benda juga dapat mengalami perubahan kelenturan dan bau.
Pada saat kita memakan es krim, lama-kelamaan es krim tersebut akan mencair. Mencairnya es krim disebabkan karena suhu di luar lebih tinggi (panas) dari pada suhu es krim tersebut. Selain es krim, mentega juga mengalami hal yang sama ketika dipanaskan. Bagaimana jika air dipanaskan? Pemanasan air akan mengakibatkan air berubah wujud menjadi uap air (gas). Jadi pemanasan mengakibatkan benda mengalami perubahan wujud. Benda padat apabila dipanaskan akan berubah menjadi cair dan benda cair apabila dipanaskan akan berubah menjadi uap air.
Es krim atau es yang biasa kita beli di sekolah atau warung dekat rumahmu sebenarnya berasal dari bahan-bahan yang berbentuk cairan. Apabila cairan tersebut didinginkan maka akan berubah wujud menjadi padat, yaitu es. Mentega yang dicairkan setelah dipanaskan akan kembali menjadi padat setelah didinginkan. Jadi, pendinginan menyebabkan benda mengalami perubahan wujud. Benda cair akan berubah wujudnya menjadi benda padat.
Pada saat di bakar kertas tersebut mengalami perubahan warna dan bentuk. Sebelum dibakar kertas tersebut berwarna putih, namun setelah dibakar warna kertas berubah menjadi hitam. Selain perubahan warna, kertas juga mengalami perubahan bentuk dari berupa lembaran menjadi abu. Jika kita membakar karet maka selain bentuk dan warnanya akan berubah, kelenturan dan baunya pun menjadi berubah. Oleh karena itu, pembakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, kelenturan, dan bau.
Apa yang akan terjadi jika kita menyimpan buah di udara terbuka dalam waktu beberapa hari? Tentunya buah itu akan menjadi lembek, layu, dan warnanya pun berubah. Hal ini terjadi karena buah yang dibiarkan di udara terbuka akan mengalami pembusukan. Jadi, pembusukan juga mengakibatkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, dan bau.
Kita mungkin pernah melihat besi atau rantai sepedamu berkarat. Logam seperti besi, dapat mengalami perkaratan apabila terkena air atau uap air dan dibiarkan dalam waktuyang lama. Perkaratan ini menyebabkan warna besi berubah dan besi menjadi rapuh. Perkaratan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan warna dan kekuatan.

1.      Perubahan Fisika
Apa yang terjadi jika air dimasukkan ke dalam lemari pendingin? Apa yang terjadi jika es kamu letakkan di udara terbuka? Mengapa hal itu dapat terjadi? Peristiwa perubahan tersebut tergolong perubahan fisika. Pada perubahan fisika, hanya terjadi perubahan yang tidak menghasilkan zat baru. Perubahan ini hanya menimbulkan perubahan wujud zat saja.
Apakah contoh perubahan fisika yang lain? Logam besi dipanaskan pada suhu tinggi akan membara, lunak dan mencair. Warnanya pun berubah kemerahan dengan suhu yang sangat panas, namun bila suhunya turun, besi akan kembali seperti semula. Pada perubahan ini, tidak menghasilkan zat baru, sehingga digolongkan perubahan fisika.
Kayu gelondongan digergaji, dipotong-potong kemudian digunakan untuk membuat perabot rumah tangga seperti kursi, meja, pintu dan lain-lain. Perubahan kayu gelondongan menjadi kursi hanya mengubah bentuk kayu saja. Sifat kayu pada kayu gelondongan dan sifat kayu pada kursi adalah sama. Proses tersebut merupakan contoh perubahan fisika.
Seperti halnya sifat fisis, perubahan fisika juga dapat digunakan untuk memisahkan suatu campuran. Misalnya, jika kamu membiarkan air garam dalam gelas selama seminggu, kamu akan menemukan bahwa air telah menguap, sehingga yang tertinggal hanya kristal garam.

a.      Contoh Perubahan Fisika di Sekitar Kita

Mungkin di daerahmu terdapat sungai yang memiliki batuan dari berbagai ukuran. Batuan tersebut ada yang besar, ada pula yang kecil. Arus sungai yang deras menerpa dan menghanyutkan batuan tersebut sehingga pecah menjadi batuan-batuan yang lebih kecil. Pecahan-pecahan batuan ini memiliki sifat yang sama dengan batuan semula. Sebagai contoh, pecahan batuan dan batuan semula tetap keras, serta bahan penyusunnya pun sama. Peristiwa pecahnya batuan tergolong perubahan fisika.
Udara yang kita hirup setiap hari merupakan hasil perubahan fisika. Udara terdiri dari berbagai macam gas, misalnya gas oksigen, nitrogen, dan argon. Gas-gas ini bercampur secara fisika membentuk udara. Udara yang telah terbentuk dapat diuraikan menjadi zat penyusunnya melalui proses destilasi.
Ketika kamu menjemur pakaian juga terjadi perubahan fisika. Pakaian yang semula basah lama-kelamaan kering karena mendapat panas matahari. Panas matahari menguapkan air yang terdapat pada pakaian. Perubahan dari air menjadi uap air tergolong perubahan fisika.
Ketika kita membuat minuman teh juga terjadi perubahan fisika. Pada saat itu kita mencampur gula dengan air teh. Setelah diaduk beberapa lama, butiran gula menghilang dan timbul rasa manis. Adanya rasa manis menunjukkan bahwa zat gula sebenarnya tidak hilang, melainkan masih terdapat dalam air teh.
Perubahan fisika juga dapat diamati ketika kita merebus air, membuat es batu, air mengalami perubahan wujud dari cairan menjadi padatan. Ketika kita menggoreng masakan dengan margarine, terjadi perubahan wujud dari padatan menjadi cairan.

b.      Sebab-sebab Terjadinya Perubahan Fisika
Perubahan wujud mencakup perubahan dari padat ke cair (disebut mencair atau meleleh), cair ke gas (menguap), gas ke cair (mengembun), cair ke padat (membeku), dan padat ke gas (menyublim), Semua perubahan wujud ini terjadi karena benda menerima atau melepaskan panas. Mencair (es menjadi air), menguap (air menjadi uap air), dan menyublim (kapur barus menjadi gas) terjadi karena benda menerima panas. Sebaliknya, membeku (air menjadi es batu) dan mengembun (uap air menjadi air), gas ke padat (deposisi). terjadi karena benda melepaskan panas.
Susunan partikel zat padat, cair dan gas memiliki susunan yang berbeda satu dengan yang lain. Zat padat memiliki parikel-partikel yang menempati posisi yang tetap, gaya tarik-menarik yang kuat, dan gerak partikel hanya berupa getaran. Zat cair memiliki jarak antar partikel tetap dan agak berjauhan,gaya tarik menarik antar partikel lemah, gerakan partikel lebih lincah dan partikel dapat berpindah tempat. Gas memiliki jarak partikel yang berubah ubah, hampir tidak ada gaya tarik-menarik, dan gerakan partikel sangat bebas.
Pertikel-partikel zat padat memiliki sifat sebgai berikut :
·         Parikel-partikel yang menempati posisi yang tetap, jika artikel zat padat menempati posisi yang teratur maka disebut kristal, dan Jika partikel zat padat menempati posisi yang tidak teratur, maka disebut amorf.
·         Gaya tarik-menarik antar partikel sangat kuat, dan
·         Gerakan  partikel hanya berupa getaran di sekitar posisi tetapnya.
·         Posisi partikel yang relaif tetap menyebabkan zat padat memiliki bentuk dan volume tetap. Gerakan partikel yang hanya bergetar menyebabkan zat padat tidak dapat mengalir. Contoh zat padat diantaranya adalah batu, kayu,gelas, dan sebagainya.
Pertikel-partikel zat cair memiliki sifat sebgai berikut :
·         Jarak antar partikel tetap dan agak berjauhan.
·         Gaya tarik menarik antar partikel lemah dibandingkan zat padat.
·         Gerakan partikel lebih lincah dari pada zat padat dan partikel dapat berpindah tempat.
Jarak antar partikel yang tetap menyebabkan zat cair mempunyai volume yang tetap Gerakan partikel yang lincah dan dapat berpindah posisi menyebabkan zat cair dapat mengalir yang menyebabkan bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk wadahnya. Contoh zat cair antara lain adalah air, dan air raksa.
Pertikel-partikel zat gas memiliki sifat sebagai berikut :
·         Memiliki jarak partikel yang berubah ubah.
·         Hampir tidak ada gaya tarik-menarik.
·         Gerakan partikel sangat bebas dibandingkan zat padat dan cair.
Jarak antar partikel yang tetap menyebabkan zat cair mempunyai volume yang tetap Gerakan partikel yang lincah dan dapat berpindah posisi menyebabkan zat cair dapat mengalir yang menyebabkan bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk wadahnya. Contoh zat cair antara lain adalah air, dan air raksa.

  1. Perubahan Kimia
Pernahkah kamu menggunakan obat nyamuk bakar? Apa yang terjadi pada obat nyamuk setelah terbakar? Obat nyamuk yang dibakar akan menimbulkan bau, asap, dan abu. Abu, asap, dan bau yang terjadi merupakan zat baru hasil pembakaran. Zat baru tersebut tidak dapat dikembalikan ke bentuk asalnya. Hal ini disebabkan susunan materinya mengalami perubahan setelah mengalami pembakaran. Perubahan pada zat yang menimbulkan zat yang baru disebut perubahan kimia.
Besi yang berada di alam bebas lama kelamaan akan berkarat atau mengalami korosi. Ketika logam dibiarkan di udara, beberapa jenis logam akan mengalami korosi. Perkaratan besi merupakan salah satu contoh korosi. Karat besi adalah senyawa oksida besi, yaitu besi yang telah mengikat oksigen. Karat besi bersifat rapuh dan berpori, sehingga logam besi yang berada dibawahnya akan terus mengalami korosi lebih lanjut.
Aluminium juga bereaksi dengan oksigen yang ada di udara membentuk aluminium oksida. Tidak seperti karat besi, aluminium oksida akan membentuk lapisan tipis yang melindungi aluminium di bawahnya sehingga proses korosi terhenti.
Tembaga adalah contoh logam lain yang dapat mengalami korosi jika dibiarkan di udara. Ketika tembaga terkorosi, akan membentuk lapisan yang berwarna hijau. Lapisan hijau tersebut merupakan senyawa tembaga karbonat.
Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia :
·         Perubahan warna
·         Perubahan bau
·         Pembentukan gas
·         Timbulnya cahaya
·         Pembentukan endapan baru
·         Perubahan pH.
Contoh :  Gula  adalah  senyawa  yang  mudah  terurai (dekomposisi) dengan pemanasan menjadi senyawa yang lebih sederhana, misalnya karbon hitam (arang), yang tidak dapat terurai lagi baik secara fisika maupun kimia, tetapi dapat berubah struktur dan sifatnya menjadi grafit dan intan.

a.      Reaksi Kimia
Kamu tentu sering mendengar tentang reaksi kimia, tapi apakah reaksi kimia itu? Reaksi kimia artinya perubahan kimia yang terjadi pada materi atau zat. Dalam reaksi kimia, selalu terjadi perubahan yang menghasilkan zat baru, yang sifat-sifatnya berbeda dari zat sebelumnya. Sebagai contoh kertas yang dibakar akan menghasilkan abu yang berwarna hitam. Abu merupakan zat baru karena sifatsifatnya berbeda dari kertas, sehingga pembakaran kertas tergolong reaksi kimia.

b. Pereaksi dan Hasil Reaksi
Pada reaksi kimia, ada dua komponen yang terlibat dalam suatu reaksi kimia, yakni zat-zat sebelum reaksi dan zat-zat setelah reaksi. Zat–zat yang bereaksi disebut pereaksi (reaktan) dan zat-zat yang dihasilkan disebut hasil reaksi (produk).
Zat pereaksi (reaktan) letaknya di sebelah kiri tanda anak panah, sedangkan zat hasil (produk) terletak di sebelah kanan (tanda anak panah). Hubungan ini dapat ditulis sebagai berikut.
Pereaksi + pereaksi
hasil reaksi
Reaktan + reaktan
produk
Contoh persamaan reaksi adalah
Mg (s)
+
2 HCl (aq) 
MgCl2 (aq)
+
H2 (g)
Pereaksi/reaktan

Pereaksi/reaktan

Hasil Reaksi/produk

Hasil Reaksi/produk
c. Ciri-Ciri Reaksi Kimia
Kita mengenal terjadinya suatu reaksi kimia dari perubahan yang diakibatkan oleh reaksi tersebut. Dalam suatu reaksi kimia sering diikuti perubahan-perubahan, misalnya terbentuknya endapan, terjadi perubahan warna, dan terbentuknya gas dan adanya perubahan suhu. Keempat perubahan tersebut dikenal dengan ciri-ciri reaksi kimia.

1). Reaksi Kimia Menghasilkan Endapan
Pernahkah kamu mengamati dasar panci yang digunakan untuk memasak air? Apa yang menempel pada dasar panci tersebut? Zat yang menempel pada dasar panci adalah kerak berwarna putih agak cokelat. Zat tersebut adalah senyawa kalsium karbonat. Senyawa ini dapat terbentuk bila air yang mengandung kapur dipanaskan.

2). Reaksi Kimia Menghasilkan Perubahan Warna
Pernahkah kamu melihat buah apel setelah dibelah atau digigit? Cobalah kamu ambil satu buah apel, dan belahlah dengan pisau menjadi dua bagian atau gigitlah. Amatilah permukaan buah apel setelah kamu belah atau kamu gigit dan biarkan beberapa saat. Amati kembali permukaan buah apel tadi. Adakah perubahan yang terjadi? Permukaan buah apel setelah dibelah atau digigit lama kelamaan akan berubah warnanya menjadi cokelat. Perubahan warna itu menunjukkan bahwa zat kimia yang terdapat pada buah apel telah bereaksi dengan oksigen di udara.

3). Reaksi Kimia Menghasilkan Gas
Pernahkah kamu membuat kue dengan menambahkan soda kue ke dalamnya? Pada saat adonan dipanaskan, soda kue akan terurai menghasilkan gas karbon dioksida (CO2). Gas inilah yang menyebabkan kue dapat mengembang. Apa yang terjadi jika dalam adonan kue tidak ditambahkan soda kue? Selain pada pembuatan kue, gejala reaksi kimia yang menghasilkan terbentuknya gas dapat kita temui ketika karbit dicampur dengan air, sehingga akan menghasilkan gas karbit. Gas karbit banyak digunakan dalam pengelasan untuk menyambung logam. Tahukah kamu apa manfaat gas karbit yang lainnya?

4). Reaksi Kimia Menghasilkan Perubahan Suhu
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita lihat orang mencampur batu gamping atau batu kapur dengan air untuk melabur, atau mengecat tembok dan pagar rumah. Pernahkah kamu perhatikan peristiwa yang terjadi pada saat batu gamping atau batu kapur dicampur dengan air? Pada saat batu gamping atau batu kapur bercampur dengan air akan terjadi reaksi yang melepaskan panas disertai dengan kepulan asap.
Reaksi kimia selalu melibatkan energi, ada reaksi yang melepaskan energi dan ada pula reaksi yang menyerap energi. Energi yang menyertai reaksi kimia dapat berupa energi panas. Reaksi yang melepaskan panas seperti reaksi antara air dan batu gamping sering disebut reaksi eksoterm. Reaksi yang menyerap panas seperti reaksi fotosintesis pada daun disebut reaksi endoterm.

 

Kegiatan Siswa
Dengan melengkapi kolom-kolom di bawah ini, berikan contoh sesuai dengan kejadian sehari-hari di lingkungan Anda!

Contoh Perubahan Kimia
Penyebab Kejadian
Contoh perubahan Fisika
Penyebab Kejadian

















Ulangan Harian 3
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat!
1. Apakah yang dimaksud perubahan fisika ?
Jawab: perubahan pada materi  yang tidak menghasilkan zat baru
2.  Apakah yang dimaksud perubahan kimia ?
Jawab: Perubahan pada zat yang menimbulkan zat yang baru.
3. Peristiwa perubahan cuaca harian termasuk contoh perubahan fisik atau kimia? Jelaskan!
Jawab: perubahan unsur cuaca termasuk perubahan fisik, karena tidak terbentuk materi baru.
4. Proses pembusukan bahan makanan termasuk perubahan kimia atau fisika ? Jelaskan!
Jawab: perubahan kimia, Pembusukan makanan dihasilkan materi baru misalnya terjadi gas (bau), perubahan warna, dan lain-lain. 
5. Apakah yang dimaksud dengan reaksi kimia materi ?
Jawab: perubahan materi penyusun ketika terjadi perubahan  kimia yang terjadi pada materi atau zat, sehingga diperoleh zat sebelum reaksi dan zat sesudah reaksi.


Evaluasi Kompetensi 1
A. Pilihlah satu jawaban yang paling benar  dengan memberi silang pada salah satu huruf di lembar jawab!

1. Keadaan panas atau dinginnya suatu benda disebut .......
A. kalor                                                                 D. panas
B. suhu                                                                  E. energi
C. gaya
2. Satuan Internasional untuk suhu adalah .......
A. Kelvin                                                               D.Reamur
B. Celsius                                                              E. Joule
C. Fahrenheit
3. Suhu 100oC senilai dengan .......
A. 273 Kelvin                                                        D. 373 Kelvin
B. 212 o R                                                              E. 212 Kelvin
C. 80oF
4. Yang digunakan untuk penetapan titik tetap atas pada thermometer Fahrenheit adalah .......
A. es mencair diberi skala nol                                D. Air mendidih diberi  skala 100
B.  es mencair diberi skala 32                                E. Air mendidih diberi  skala 212
C. air mendidih diberi skala 180
5. Pernyataan yang benar kecuali .......
A. τc(oC) = (32 + 9/5. τc)oF                                  D. τ(oC) = T(K) – 273,16
B. τF(oF) = 5/9(τF- 32) oC                         E. τ = (9/5 +32)oF
C. τ = (9/5 - 32)oF
6. Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia, kecuali.......
A. perubahan warna                                                          D. Perubahan suhu
B. perubahan bau                                                  E. Perubahan jumlah
C. perubahan gas
7. HCl jika di dalam air akan terurai menjadi .......
A. H+ dan Cl-                                                         D. H2O+ dan Cl-
B. HO+ dan Cl-                                                       E. H+ dan Cl2-
C. H+ dan ClO-
8. Jika diketahui: I. asam laktat, II asam asetat, III asam sulfat, IV asam pospat. Zat yang termasuk asam organik adalah….
A. IV dan II                                                                       D. I dan III
B. I dan II                                                              E. III dan IV
C. II dan III
9. Jika diketahui: I. asam laktat, II asam asetat, III asam sulfat, IV asam pospat.  Zat yang termasuk asam anorganik adalah….
A. IV dan II                                                                       D. I dan III
B. III dan IV                                                          E. I dan IV
C. II dan III
10. Pada buah jeruk banyak mengandung senyawa asam  organik  yaitu .......
A. asam laktat                                                        D. Asam sitrat
B. asam asetat                                                        E. Asam jerat
C. asam propionat
11. Air accu zuur mengandung senyawa  .......
A. asam klorida                                                     D. Asam sitrat
B. natrium hidroksida                                            E.  Asam asetat
C. asam sulfat
12. Bahan berikut ini bersifat basa kecuali .......
A. cuka makan                                                      D. Cairan karbol
B. sabun cuci                                                         E. Air kapur
C. deterjen
13. Alat pengukur pH yang paling akurat adalah .......
A. perasan kunyit                                                  D. Kertas laksmus
B.  fenolftalein                                                      E. pH meter digital
C. perasan bunga pacar air
14. Larutan berikut ini yang memiliki nilai pH tertinggi adalah .......
A. asam klorida                                                     D. Asam sitrat
B. natrium hidroksida                                            E.  Asam asetat
C. asam sulfat
15. Larutan garam memiliki nilai pH .......
A. 7                                                                       D. 10
B. 6                                                                        E. 14
C.8
16.  Menurut susunan partikelnya zat dapat dibedakan atas .......
A. padat, cair, gas                                                  D. Logam dan non logam
B. campuran dan senyawa                                     E. Atom, unsur, senyawa
C. campuran dan murni
17. Berikut ini yang termasuk unsur adalah .......
A. garam                                                                D. air
B. karbon                                                               E. gula
C. cuka
18. Emas dan tembaga memiliki lambing unsur .......
A. Em dan Te                                                        D. Te dan Es
B. Au dan Cu                                                         E. Fe dan Ag
C. Cu dan Au
19. Asam cuka dan garam dapr memiliki rumus senyawa .......
A. CHCOOH dan HCl                                           D. CHCOOH dan KCl
B. CHCOOH dan KCl                                            E. CH3COOH dan NaCl
C. CH3COOH dan HCl
20. Sebanyak  5 liter air  pada tekanan 76 cm Hg akan mendidih pada suhu 100oC, jika volumenya tetap dan tekanan diubah menjadi 74 cm Hg  maka air akan mendidih pada suhu…...
A. 100oC                                                                D. 102oC
B. kurang dari 100oC                                             E. 98oC
C. lebih dari 100oC
21. Apabila sepotong besi mempunyai massa jenis 7900kg/m3 dipotong menjadi dua bagian sama besar, maka setiap bagian memiliki massa jenis .......
A. setengah dari sebelum di potong                                   D. Sama dengan sebelum di potong
B. seperempat  sebelum di potong                         E. Lebih besar dari sebelum di potong
C. lebih kecir dari sebelum di potong
22. Titik didih alkohol sebesar 78,3oC, artinya .......
A. alkohol akan berubah wujud dari cair ke padat pada suhu        78,3oC                        
B. alkohol akan berubah wujud dari cair ke gas  pada suhu          78,3oK                        
C. alkohol akan berubah wujud dari gas  ke cair  pada suhu         78,3oC
D. alkohol akan berubah wujud dari padat  ke cair  pada suhu 78,3oC
E. alkohol akan berubah wujud dari gas  ke padat pada suhu        78,3oC
23. Serangga air  bisa mengapung dan berjalan di atas air karena  .......
A. bisa berenang                                                    D. Ada tekanan dari  air
B. bisa berjalan sambil terbang                              E. Ada  tegangan muka air
C. beratnya kecil
24. Air di atas daun  alas  membentuk butiran air seperti air raksa, hal ini disebabkan .......
A. ada gaya adesi                                                   D. Ada gaya kohesi
B. adesi air lebih kecil dari kohesinya                   E. Ada tegangan permukaan daun
C. gadesi air lebih besar dari kohesinya
25. Es terapung di dalam air karena masa jenis es lebih kecil dari air. Ketika air menjadi es yang terjadi adalah .......
A.  volume es menjadi besar                                 D. volume es mengecil
B. volume membesar                                             E. Massa es mengecil
C. berat jenis es menjadi besar
26. Berikut ini yang termasuk perubahan kimia adalah .......
A. air menjadi es                                                    D. Lilin direbus
B. es membeku                                                      E. Lilin dibakar
C. air menguap
27. Pada peristiwa perubahan pisang mentah menjadi matang selama diperam terjadi .......
A. perubahan fisika                                                           D. Perubahan warna
B. perubahan kimia                                                           E. Perubahan kekerasan
C. perubahan fisika dan perubahan kimia
28. Berikut ini yang termasuk perubahan tidak dapat balik  adalah .......
A. air menjadi es                                                    D. Lilin direbus
B. es membeku                                                      E. Lilin dibakar
C. air menguap
29. Perpindahan kalor yang disertai perpindahan partikel  zat  disebut .......
A. konveksi                                                                       D. emisi
B. radiasi                                                               E. ekstraksi
C. konduksi
30. Pemisahan kafein dari serbuk kopi  dalam air panas disebut .......
A. penyaringan                                                      D. kromatografi
B. ekstraksi                                                                        E. kristalisasai
C. distilasi

B. Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat!
1. Senyawa adalah …
Jawab: zat yang dihasilkan dari ikatan antara atom penyusunnya, dan dapat dipisahkan secara kimia menjadi unsur penyusunnya
2. Nama unsur-unsur yang berlambang Cu, Fe, Hg dan Mg adalah....
Jawab: Cuprum, Ferrum, Hydrargirum, dan Magnesium.
3. Yang dimaksud dengan senyawa organik adalah……
Jawab: senyawa yang dibangun oleh atom utamanya karbon, sehingga senyawa ini juga dikenal dengan istilah hidrokarbon, yang banyak terdapat di alam dan juga pada makhluk hidup.
4. Yang dimaksud dengan senyawa anorganik adalah……
Jawab: senyawa yang disusun oleh atom utama logam, yang banyak terdapat zat yang tidak hidup.
5. Yang dimaksud senyawa oksida adalah……
Jawab: senyawa yang dibentuk oleh atom oksigen dengan atom lainnya
6. Senyawa yang dibentuk oleh unsur logam dan dengan gugus hidroksida disebut …..
Jawab: senyawa basa
7. Senyawa oksida bukan logam dapat larut dalam air membentuk…..
Jawab: senyawa asam
8. Senyawa asam jika terionisasi akan menghasilkan ….
Jawab: ion hidrogen atau H+ dan sisa asam.
 9. Senyawa basa jika terionisasi akan menghasilkan ….
Jawab: unsur  atau ion logam dan gugus OH
10. Senyawa garam bisa terbentuk dari …. dan ….
Jawab: unsur atau ion logam dan sisa asam.
11. Yang dimaksud dengan reaksi kimia adalah…..
Jawab: perubahan materi penyusun ketika terjadi perubahan  kimia yang terjadi pada materi atau zat, sehingga diperoleh zat sebelum reaksi dan zat sesudah reaksi.
12.  Yang dimaksud  perubahan kimia adalah ……
Jawab: Perubahan pada zat yang menimbulkan zat yang baru.
13. Benda padat tidak dapat mengalir sebab….
Jawab: zat padat mempunyai susunan partikel yang teratur dan jarak antar partikel sangat dekat atau rapat sehingga ikatan antar partikelnya sangat kuat.
14.  Perubahan wujud benda disebabkan oleh…….
Jawab: adanya pengaruh perubahan suhu atau panas.
15. Yang dimaksud gaya adesi dan gaya kohesi adalah ……
Jawab: Kohesi adalah gaya tarik menarik antar partikel zat sejenis. Gaya tarik menarik antar partikel yang tidak sejenis tersebut dinamakan  Adhesi.



Entri Populer

Advert

My Bisnis Slideshow: Purwo’s trip to Solo, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Solo slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.
BISNIS AFFILIASI YUK